Perpisahan dan Penarikan Mahasiswa KKN 020 & 021 UNTIDAR 2025 di Desa Wonokerto: Mengakhiri Pengabdian, Mengukir Kenangan
Balai Desa Wonokerto (01/08) menjadi saksi momen penuh haru sekaligus kebanggaan saat dilaksanakan acara perpisahan dan pamitan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar. Acara perpisahan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki kontribusi penting dalam kegiatan dan pengembangan mahasiswa KKN. Diantaranya hadir perangkat desa, Perwakilan BPD, perwakilan RT dan RW, serta Tim Penggerak PKK turut meramaikan acara ini. Selain itu diselenggarakan acara penarikan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar pada (03/08). Acara ini menandai berakhirnya masa pengabdian yang telah dijalani mahasiswa selama kurang lebih 30 hari di mana mereka hidup berdampingan dengan masyarakat, membaur dalam keseharian, dan memberikan kontribusi nyata bagi desa.
Selama menjalankan program KKN Mahasiswa telah melaksanakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan desa, seperti:
- Bidang Kesehatan: Mahasiswa telah menjalankan program Stunting dengan melakukan pendampingan perkembangan pertumbuhan anak, mengikuti kegiatan Program Makanan Tambahan (PMT), dan kegiatan senam bersama warga Desa Wonokerto.
- Bidang Lingkungan: Mahasiswa KKN telah berhasil membuat alat Incenerator, serta Sosialisasi bijak menggunakan media sosial kepada Ibu-ibu PKK Desa Wonokerto.
- Bidang Pendidikan: Mahasiswa memperkenalkan Teknologi Automatisasi pada Siswa SD kelas 5&6 dengan media Traffic Light.
Acara penarikan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan foto bersama seluruh pihak yang terkait. Meskipun masa KKN telah berakhir, ikatan antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan tetap terjalin, menjadi jembatan untuk kolaborasi di masa yang akan datang. Dengan berakhirnya program ini, para mahasiswa kembali ke kampus membawa pengalaman berharga, sedangkan desa meninggalkan kenangan yang akan selalu melekat di hati mereka. Seperti kata pepatah, “Jarak memisahkan, tetapi kenangan menyatukan”.
KKN bukan sekadar pengabdian, tetapi juga perjalanan pembelajaran tentang arti kebersamaan, kerja sama, dan kepedulian. Apa yang ditanam di Desa Wonokerto ini diharapkan akan tumbuh menjadi pohon manfaat bagi generasi mendatang. Semoga semangat mengabdi ini menjadi api yang tak pernah padam di hati mahasiswa maupun masyarakat.